Pages

Jumat, 24 Juli 2015

TA'AWUDZ SEBELUM BERMAIN SOSMED

dalam QS. An-Nahl: 98-100 Allah SWT berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُون

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
(QS. An-Nahl: 98-100)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini:
"ini merupakan perintah dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya melalui lisan Nabi-Nya Muhammad SAW, yaitu jika mereka akan membaca Al-Qur'an, maka hendaklah mereka meminta perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.......".

Al-Qur'an adalah Kalam Allah SWT, sebelum membacanya kita diperintahkan untuk berta'awudz kepada Allah dari godaan syaithan. jika membaca Al-Qur'an yang suci dan mulia saja kita bisa terkena godaan syaithan, tentu dalam aktifitas keduniaan kita lebih mungkin tergelincir godaan syaithan ini. Jika membaca Kalam Ilahi saja kita diperintahkan memohon perlindungan Allah dari godaan syaithan, maka tentu dalam aktifitas lainnya kita lebih patut meminta perlindungan Allah dari godaan syaithan.

syaithan dan bala tentaranya mempunyai tugas khusus menggoda manusia, sebagaimana janji syaithan saat dikeluarkan Allah dari surga, semua usaha dan strategi akan ditempuh syaithan untuk menyesatkan manusia, dari sisi manapun syaithan akan mengincar manusia.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
(QS. Al-A'raf: 16-17)"

tak terkecuali saat bermain Media Sosial (medsos), peluang syaithan menggoda manusia begitu besar, bahkan bisa jadi godaan syaithan di dunia medsos lebih besar ketimbang dunia nyata.

situs2 porno, postingan yang membuka aurat, postingan yang mengandung kebencian, ghibah, fitnah, ajang debat, ajang riya', dan lain sebagainya begitu mudah kita dapatkan di medsos ini, sehingga terkadang kita tidak kuat menahan godaan dari itu semua. Sehingga sangat patut jugalah kita bertaawudz memohon perlindungan Allah saat bermain medsos.

perintah berta'awudz/isti'adzah secara umum  (bukan hanya saat membaca Al-Qur'an)/terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.
(QS. Al-A'raaf: 200).

dalam Surat Al-mu'minun Allah berfirman

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan.
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku".
(QS.Al-Mu'minun: 96-98)

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Fushshilat: 34-36)

Permohonan perlindungan kita kepada Allah bukan hanya atas syaithan dari golongan jin, tapi juga syaithan dari golongan manusia, sebagaimana firman Allah yang menjelaskan adanya syaithan dari golongan manusia:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
(QS. Al-A'raf: 112).

Dalam kitab Musnad Imam Ahmad, disebutkan hadits dari Abu Dzar ra., bahwa Rasulullah bersabda:

"Wahai Abi Dzar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaithan-syaithan jenis manusia dan jin. "Lalu aku bertanya: " Apakah ada syaithan dari jenis manusia?". "Ya" jawab Beliau."

di medsos, syaithan dari kalangan manusia tidak kalah berbahayanya dari syaithan kalangan jin :) .

"Wallahu a'lam"

0 komentar:

Posting Komentar