Pages

Kamis, 23 Juli 2015

LEMBUTNYA HATI PARA SAHABAT MERENUNGI AYAT AL-QUR'AN

Alangkah lembutnya hati para Sahabat Radhiyallahu'anhum, ketika mereka membaca Al-Qur'an mereka merasakan seolah-olah ayat Al-Qur'an turun lansung untuk mereka, mereka merasa tidak selamat dari kesalahan-kesalahan yang disampaikan Al-Qur'an.

Lihatlah kondisi para Sahabat saat ayat 82 dari surat Al-An'an turun:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk"

Ketika ayat ini turun, para sahabat merasa tidak akan selamat dari ayat ini, semuanya merasa sedih dan tidak aman dari ayat ini. sehingga dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa para sahabat berkata, "siapakah diantara kita yang tidak berbuat dzalim kepada diri sendiri (berbuat dosa)?".

Para sahabat merasa mereka tidak selamat dari perbuatan dzalim, padahal mereka manusia terbaik disisi Rasul, ahli ibadah yang ikut berjihad bersama Rasul.

Maka turunlah ayat:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
(QS. Luqman: 13)

Ayat ini menjadi penenang bagi para Sahabat bahwa yang dimaksud dg dzalim Surat Al-An'an tsb adalah perbuatan syirik.

Sungguh berbeda kondisi kita denga para sahabat, setiap hari kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an tentang ancaman, tapi kita tetap merasa aman, kita merasa terbebas dari sifat-sifat buruk yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Bahkan setiap selesai sholat kita membaca do'a "Rabbana dzalamna anfusana ......." tapi anehnya hati kita tidak bergetar, kita tidak merasa bagian dari orang-orang dzalaim itu, padahal kehidupan kita penuh dengan dosa dan kesalahan..

Sungguh, kita berbeda jauh dengan para Sahabat Radhiyallahu'anhum.

0 komentar:

Posting Komentar