Pages

Selasa, 21 April 2015

BELAJAR ILMU HADITS 4: bantahan terhadap pihak yang tidak percaya hadits Ahad

Sebagian ada mengingkari hadits Ahad dg alasan hadits ahad berdifat zhanni, mereka berhujah tidak boleh beribadah atas dasar zhanni.

Berikut bantahan atas pendapat mereka:
1. Firman Allah SWT.

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya".
(At-Taubah: 122)

At-Ththo'ifah (  الطآئفة) atau golongan maknanya "sebagian dari sesuatu", dalam bahasa arab menunjukkan arti satu atau lebih. Dan seandainya peringatan suatu golongon yang memperdalam agama dalam ayat ini bukan sebagai hujjah yang harus diamalkan, tentulah Allah tidak mencukupkan peringatan dengan golongan tersebut.
Apakah kita akan menolak ayat ini karena memerintahkan org yg sedikit, atau tidak mau menerima yg sebagian ( الطآئفة) ini dengan alasan dzonni dan bukan mutawattir??

2. Rasulullah telah mengutus perorangan dari para sahabat kepada para raja untuk menyeru mereka kepada islam. Kalau seandainya penyampaian mereka tidak dianggap hujjah karena ahad tentulah pengiriman mereka sia-sia.

3. Kewajiban mengamalkan dugaan (zhan) kebenaran adalah sudah menjadi perkara yang dimaklumi dengan jelas dalam agama, seperti penetapan hukum berdasarkan kesaksian 2 orang, dan kesaksian seorang saksi yang disertai dengan sumpah dari penuduh. Maka demikian pula dengan kewajiban mengamalkan hadits ahad ketika diduga akan kebenarannya.

*pelajaran yang diambil dari buku Pengantar Studi Ilmu Hadits, Karya Syaikh Manna' Al- Qaththan.
Jakarta 21 April 2015

0 komentar:

Posting Komentar