Pages

Selasa, 31 Maret 2015

INDIKATOR MENGENAL SESEORANG

INDIKATOR MENGENAL SESEORANG

seseorang pernah memuji Ali bin Abi Thalib denga perkataan "alangkah banyaknya sahabatmu ya ali?"
Tapi ali menjawab, "aku baru mengetahui siapa sahabatku di saat aku susah".

Ali Ra menjadi kondisi waktu susah sebagai indikator kedekatan seseorang. Jika diwaktu lapang ada banyak orang yan dekat dg kita, tapi diwaktu sulit biasanya hanya sedikit yang setia bersama dan berempati kepada kita, dan itulah yang dinamakan sahabat.

Umar bin Khattab mempunyai timbangan yang lebih ketat dalam menilai seseorang.

Ketika ada seorang laki-laki datang kepadanya menggambarkan kepribadian orang lain kepada umar, lalu umar mengajukan pertanyaan kepada laki-laki tersebut, "Apakah kamu mengenal lelaki ini?" Ia menjawab, "Ya".
Umar bertanya, "apakah kamu tetangganya yang mengetahui aktivitasnya keluar masuk rumah (kesehariannya)?" lelaki itu menjawab "bukan".

"Apakah kamu berpergian bersamanya sehingga kamu dapat darinya suatu akhlak yang mulia?"
Lelaki itu menjawab "tidak".

"Apakah kamu pernah bermuamalah dengan dinar dan dirham bersamanya sehingga kamu temuakan kewara'annya?"
Lelaki itu menjawab "tidak".

Umarpun berteriak, "apakah engkau hanya pernah milihatnya shalat di Masjid?"
Lelaki itu menjawab , "Iya".
Umarpun lalu berkata, "pergilah, karena kamu belum mengenalnya".

Ternyata Umar bin Khattab ra. membuat beberapa indikator penilaian sehingga seseorang dianggap kenal dekat dengan orang lain.
Jika hanya kenal di Masjid atau pengajian, itu belum cukup dianggap kenal dekat.

Jika kita mengetahui aktivitas keseharian seseorang, baru kita bisa dinilai kenal.

Jika kita melakukan perjalanan panjang bersama, baru kita akan tahu sifat dan dan karakter seseorang. Karena bermusafir butuh kesabaran, kekompakan, suka berbagi, dan akhlak terpuji lainnya. Itulah kenapa Umar ra. menjadikan ini sebagai indikator.

Jika kita juga sudah pernah bermu'amalah masalah keuangan, baik bisnis maupun pinjam-meminjam, kita akan tahu akhlak rekan kita tersebut, apakah ia wara atau tidak. Ini juga menjadi indikator yang dibuat umar, karena biasanya kalau sudah menyangkut masalah uang, orang-orang akan menghalalkan yg haram apalagi subhat, kecuali orang-oran yang bertaqwa.

Inilah indikator penting yang dibuat Umar, terutama untuk mengenal calon suami/istri dari seorang perantara, pastikan perantara itu betul-betul mengenal calon kita. :)

0 komentar:

Posting Komentar