Pages

Kamis, 19 Februari 2015

MAHA BESAR ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN LANGIT TANPA TIANG

MAHA BESAR ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN LANGIT TANPA TIANG

Saat sholat maghrib d masjid At-Tin Jakarta, saya begitu takjub melihat kontruksi bangunan yang begitu megah, terutama bagian atapnya.

Mesjid yang begitu luas, tapi atapnya tanpa tiang. Saya berpikir, pasti yang bekerja membangun masjid ini hebat dan cerdas, mulai dari para arsiteknya, pekerja bangunannya, sampai bahan yang digunakan.

Tapi kemudian saya tersadar ada yang jauh lebih luar biasa dari bangunan ini, yaitu langit. Allah menciptakan langit yang begitu luas tanpa menggunakan satu tiangpun, bahkan tidak ada yang retak sedikitpun, jika kita berpikir, langit ini jauh lebih luas dibandingkan masjid At-Tin.

Mari merenungkan Firman Allah ini:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
(Luqman: 10)

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.
(Ar-Ra'ad: 2)

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?
(Qaf: 6)

Masya Allah, Allahu Akbar.
Jika kita begitu kagum dengan tangan-tangan yang membuat Masjid At-Tin, maka kekaguman kepada Allah sebagai pencipta langit harus lebih lagi, yaitu dalam bentuk bertambahnya keimanan didalam hati.

Ada satu lagi yang perlu menjadi perenungan kita; orang-orang waras pasti tidak akan berpikir kalau masjid At-Tin berdiri begitu saja dengan sendirinya, pasti ada proses panjang dalam pembangunannya, dan pasti ada banyak otak dan tangan yang terlibat dalam proses pembangunannya.

Maka begitu juga dengan langit yang kontruksinya jauh lebih luar biasa dibandingkan masjid At-Tin tadi, tidak mungkin tercipta sendiri, pasti ada penciptanya yang jauh lebih luar biasa, yaitu Allah Swt. Dan logika ini mementahkan cara berpikir orang-orang atheis.

Tidak mungkin langit yang luas tanpa tiang diciptakan oleh makhluk yang lemah, pasti ia diciptakan oleh Dzat Yang Maha Luar Biasa, Allahu Rabbi.

Semoga merenung salah satu ciptaan Allah ini semakin menambahkan keimanan kita.

Wallahu A'lamu Bishshowab

0 komentar:

Posting Komentar