Pages

Kamis, 12 Februari 2015

Catatan Hari Yang Besar; TERINGAT SEMUA DOSA

Catatan Hari Yang Besar; TERINGAT SEMUA DOSA

Diakhir tahun 2014 kejadian menyedihkan terjadi di Indonesia, media Nasional dan Internasional semua menyorotnya, yaitu jatuhnya pesawat Air Asia.

Tepat satu minggu setelah kejadian menakutkan ini, saya dan istri harus naik pesawat pulang dari jambi menuju jakarta. Mungkin ini adalah naik pesawat yg paling horor yang pernah saya rasakan, karena masih dibayangi rasa takut dengan jatuhnya pesawat air asia.

Setelah naik pesawat kejadian yang lebih horor terjadi, sebuah kondisi mencekam dan menakutkan. Selama di pesawat, pesawat mengalami turbulensi, sabuk pengaman tidak boleh dilepas, bahkan penumpang tidak diperkenankan untuk ke toilet.

Mungkin karena masih dibayangi kejadian jatuhnya pesawat Air Asia, semua wajah penumpang terlihat cemas dan takut, ada yang berdoa dan tak sedikit yang menangis. Bahkan disebelah saya wanita cina non muslim terlihat khusuk berdoa dengan menggenggam erat kedua tangannya.

Dalam kondisi mencekam seperti ini, saat sudah membayangkan maut akan menjemput, tanpa sadar bayangan dosa-dosa yang dilakukan selama ini terlintas dikepala; ingat dhaif dan dzolimnya diri ini, makhkuk pendosa dengan sedikit ibadah. semuanya tiba-tiba saja terlintas sehingga membuat tubuh bergetar, dan rasa takut menyekap diri. Pada saat seperti itu hanya bisa menggantungkan harapan pada Allah, Laa hawla walaa quwwata illa billah.

Kejadian ini mengingatkan saya pada sebuah ayat Al-Qur'an dalam surat An-Naziat:

فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

Jika pada goncangan di pesawat saja kita sudah ingat dengan banyaknya dosa-dosa kita, maka apalagi goncangan pada hari kiamat yang sangat besar, pasti manusia akan teringat dengan banyaknya dosa-dosa yang dilakukannya di dunia, walaupun catatan amal belum di buka.

Dahsyatnya goncangan dihari Kiamat digambarkan Allah dalam surat Al-Zalzalah:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat).

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.

Bahkan saking dahsyat goncangan pada hari kiamat, kita tidak lagi memperdulikan orang-orang yang kita sayangi dan cintai. Allah menggambarkan kondisi ini dalam surat Abasa:

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua).

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

dari ibu dan bapaknya.

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

dari istri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Semoga mengingat hari akhir semakin menambah keimanan dan rasa takut kita kepada Allah.

*Ahmad Sholahudin, Jakarta 12 Februari 2015.

0 komentar:

Posting Komentar