Pages

Jumat, 25 April 2014

PELAJARAN DARI KISAH NABI SULAIMAN DAN BURUNG HUD-HUD

Pelajaran Dari Kisah Nabi Sulaiman Burung Hud-hud

Saat Nabi sulaiman memeriksa pasukannya, beliau mendapati burung hud-hud tidak hadir. Sebuah kisah yang diceritakan dalam QS.An-Naml:20-28.

Berikut pelajaran yang didapat dari kisah tsb:

1. Bagaimana Nabi sulaiman begitu perkasa, mampu berkuasa atas semua makhluk.
2. Sulaiman As sbg pemimpin begitu teliti terhadap pasukannya, shg satu saja yg tdk hadir beliau tahu. Qiyadhah merasa kehilang atas ketidakhadiran kadernya, walau cuma 1 ekor burung.
3. Nabi sulaiman selaku pemimpin tidak hanya diam saat melihat kader/bawahannya tidak hadir dalam agenda yg telah ditetapkannya. Beliau memberi ancaman yg serius.
Dalam dakwah harus ada sanksi atas kesalahan kader dakwah.
4. Ketika Nabi Hud datang, beliau lnsung melapor kpd Nabi sulaiman selaku raja/pimpinan.
Kader dakwah harus memberi laporan atas kerja dakwahnya kpd qiyadhah, tidak dakwah sendiri2 dan meninggalkan koordinasi.
5. Burung hud-hud menyampaikan alasan syar'I atas ketidak hadirannya.
Dakwah tidak akan menang jika kader2nya selalu mengedepankan rukhsoh.
6. Burung hud2 walaupun tidak hadir dlm agenda yg sdh ditetapkan nabi sulaiman, tapi beliau tetap sedang melaksanakan kerja2 dakwahnya. Tidak hadir dalam 1 agenda dakwah, tapi tetap berdakwah ditempat diwaktu yg lain.
7. Burung hud2 bukan kader manja, berdakwah hanya berdasarkan instruksi, atau berdakwah menunggu perintah, tapi ia punya inisiatif.
8. Ketidak hadiran dalam agenda dakwah betul2 karena uzur syar'I.
9. Meminimalisir ketidak hadiran dalam agenda2 dakwah.
10. Nabi sulaiman menguji kebenaran berita yg dibawa burung Hud-hud, dan mengancam jika hud-hud bohong.
Qiyadhah harus bisa memastikan keadaan kader, bahkan mengujinya jika perlu.

0 komentar:

Posting Komentar