Pages

Jumat, 25 April 2014

Ibunda Aisyah Ra Yang Luar Biasa

Saat membaca hadist yang diriwayat dari ibunda Aisyah Ra, saya lansung berpikir, masya Allah, sungguh beruntung dan luar biasa ibunda Aisyah Ra. Beliau merupakan salah satu sumber ilmu umat islam, Beliau menjadi tempat bertanya para sahabat karena pengetahuannya, dan Beliau perempuan yang paling paham tentang islam.

Tidaklah mengherankan kenapa ibunda Aisyah Ra menjadi perempuan yang luar biasa, karena beliau hidup bersama sumbernya ilmu, karena beliau satu rumah dengan teladan dan rujukan umat, karena Beliau bersuamikan Rasulullah Manusia Pilihan yang kepadanya diturunkan Al-Quran. Sungguh beruntung ibunda Aisyah Ra yang mendapatkan itu semua.

Karenanya saya berpikiran pula, sungguh beruntung pula perempuan yang bersuamikan laki-laki yang paham agama, laki-laki yang mampu mengajarkan istrinya kebaikan dan nilai-nilai agama, membimbing istrinya dalam ketaatan, laki-laki yang membuat istrinya bertambah pemahamannya ttg agama, dan laki-laki yang mampu membuat istrinya lebih baik dari saat sebelum mereka menikah (bi iznillah). Ini mengingatkan saya tentang kisah nyata yang ditulis oleh Ust Abu Umar Baasyir Hafidzahullah dalam novel Sandiwara Langit 1, istri yang luar biasa atas didikan suaminya.

Begitu juga sebaliknya, sungguh beruntung pula laki-laki yang beristrikan perempuan yang paham agama, perempuan yang bisa menularkan kebaikan dan nilai-nilai agama kepada suaminya, membuat suaminya semakin cinta dengan Allah, istri yang membuat suaminya bertambah pemahamannya ttg agama, dan perempuan yang mampu membuat suaminya lebih baik dari saat sebelum mereka menikah (bi iznillah). Ini juga mengingatkan saya tentang kisah nyata dan novel Sandiwara Langit 2 yang juga ditulis oleh Ust Abu Umar Baasyir Hafidzahullah, laki-laki yang luar biasa atas didikan istrinya, laki-laki yang hafalan Al-Qurannya bertambah signifikan setelah menikah.

Terlepas dari itu semua, suami atau istri beruntung itu adalah yang rumah tangganya diberkahi oleh Allah Swt, dan inilah inti dari doa pernikahan "Baarakallaahu lakuma, wa baaraka 'alaikuma, wa jama'a baynakumaa fii khair"

0 komentar:

Posting Komentar