Pages

Jumat, 25 April 2014

HUKUMAN BAGI PELAKU HOMO SEKSUAL

Berdasarkan banyak dalil dan akibat negatif dari perbuatan homoseksual, maka hukuman dan solusi atas perbuatan homoseksual adalah memusnahkan mereka dan menyelamatkan dunia ini dari keburukan-keburakan mereka.

Ulama berbeda pendapat ttg hukuman bagi para homoseksual, ada 3 pendapat ulama ttg hukuman para homoseks:

Pendapat 1: Pelaku homoseks mutlak untuk dibunuh.

Dalil:
"barangsiapa yg menemukan (sebagian umatku) yg mempraktikkan perbuatan kaum luth (homosesk), maka bunuhlah sipelaku (subjek) dan objeknya. (Diriwayatkan oleh imam yg 5)".

Ali Ra meriwayatkan bahwa dia pernah merajam pelaku homoseks. (Riwayat baihaqi)

Syafi'I berkata: "berdasarkan dalil ini kami mengambil kesimpulan bahwa hukuman bagi pelaku homoseks adl dirajam, baik apabila ia muhsan maupun belum (masih bujang)."

Abu Bakar Ra pernah menulis surat kpd Khalid Bin Walid Ra untuk membakar pelaku homoseks. (Diriwayatkan oleh baihaqi).

Ada perbedaan pendapat cara membunuh pelaku homoseks:
1. Abu bakar dan Ali Ra: pelaku dibuh dg pedang, lalu dibakar.
2. Umar dan Ustman Ra: pelaku dilemparkan ketembok.
3. Ibnu Abbas ra: pelaku dilempar dr bangunan tertinggi yg ada dlm suatu kawasan.
4. Begawi mwnceritakan dari sya'bi, zuhri, malik, ahmad, dan ishak, bahwa pelaku homoseks dibunuh dg cara dirajam. Pendapat ini juga diceritakan oleh tirmidzi dari malik, syafii, ahmad, dan ishak.

Pendapat 2 : sama seperti hukuman penzina, yg belum menikah dicambuk, yang sudah dinikah dirajam.

Pendapat ini dipegang oleh; sa'I'd bin musayab, atha' bin abi rabah, hasan, qatadhah, Nakh'I, tsauri, auza'I, Abu thalib, Imam yahya, dan imam syafii.

Alasan/dalil kelompok ini.
1. Homoseks termasuk salah satu bentuk dr sekian banyak bentuk zina.
Rasulullah bersabda: "apabila seorg laki2 menyetubuhi laki2 lain, maka mereka berdua telah berzina. (HR Baihaqi, albani mendhaifkannya)".
2. dalil kedua adl dg cara menetapkan bahwa dalil2 yg menjelaskan hukuman bagi pelaku zina tidak mencakup hukuman bagi kedua pelaku homoseks, tapi kedua pelaku homoseks dikategorikan sbg pelaku zina dg cara qiyas.

Pendapat 3 : pelaku homoseks dikenai ta'zir.

Pendapat ini dipegang oleh:
Abu hanifah, al-mu'ayyid billah, murtadha, dan syafii.


Disarikan dari kitab fiqh sunnah, karya syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah.

*Ahmad Sholahudin, jakarta, 10 oktober 2013

0 komentar:

Posting Komentar