Pages

Senin, 22 Juli 2013

MENYIBUKKAN DIRI MEMPERBAIKI DIRI, MENDAPATKAN YANG TERBAIK

wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS. An-Nur: 26)

ayat ini adalah sebuah janji dari Allah, dan janji Allah itu adalah pasti. Orang-orang pasti meyakini janji-janji Allah dan tidak ada keraguan sedikitpun pada dirinya, sebagaimana keyakinannya terhadap janji Allah tentang alam kubur, hari akhir, serta surga dan neraka.

Cara terbaik untuk mendapatkan pasangan terbaik adalah dengan memperbaiki diri, adalah sebuah khayalan saat kita mengingin mendapat pasangan yang baik, sholeh/ah, tapi diri masih belum menyibukkan diri dalam perbaikkan dan masih bergelimang dalam maksiat. Kata “memantaskan diri” adalah sebuah kesimpulan yang tepat dalam memahami ayat, untuk menjemput pasangan yang terbaik.

Daripada kita sibuk mencari pasangan dengan cara yang tidak syar’i, sibuk memikirkan gambaran sosok yang kita inginkan untuk menjadi pendamping diri, sibuk mencari perhatian para lawan jenis, sibuk memilah dan menyeleksi calon yang diinginkan, sibuk mengkhayal yang ideal tapi tak pasti, maka lebih baik kita menyibukkan diri memperbaiki diri dan mempersholeh/ah diri, insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik menurut Allah SWT.

Ayat ini bukan berbicara tentang bentuk fisik, keturunan, kekayaan, atau kedudukan, tapi ayat ini berbicara tentang agama pasangan kita. Sungguh, menikah karena lebih mengutamakan pertimbangan bentuk fisik dan kekayaan adalah sebuah kehinaan dan kebahagiaan semu. Memang tidak sepenuhnya salah menikah karena pertimbangan fisik, kekayaan, atau keturunan, tapi ketika itu semua menjadi pertimbangan utama dan mengenyampingkan pertimbangan agam, maka itu adalah sebuah musibah besar.

saya menemukan seorang teman yang menikahi wanita yang sangat cantik, tapi beberapa tahun setelah pernikahan ia mengungkapkan ada rasa menyesal ketika pertimbangan pernikahan karena kecantikan. Saya juga menemukan sebuah kondisi orang yang menikah karena pertimbangan kedudukan dan kekayaan, maka kebahagiaan yang ia cita-citakan terasa sulit  hadir dalam rumah tangganya. Insya Allah dengan pertimbangan agama, semua jauh lebih baik.


Hampir semua orang menginginkan pasangan yang baik  dan sholeh/ah, tidak ada orang normal yang menginginkan pasangan yang jelek akhlak dan agamanya. Maka cara terbaik untuk mendapatkan pasangan terbaik adalah dengan memperbaiki diri.

0 komentar:

Posting Komentar