Pages

Senin, 22 Juli 2013

Indonesia, Negeri Para Hafidz (Insya Allah)



Tadi saya baru melihat tayangan hafidz cilik di RCTI, saya hanya mampu mengucapkan Subhanallah Wallahu Akbar. Sebuah tayangan yang saya rasa sangat bermanfaat dan mendidik bagi masyarakat negeri ini, tayangan yang menjadi motivasi bagi orang tua untuk meperhatikan anaknya supaya lebih dekat dengan Al-Quran, mengajarkan orang tua untuk mengisi rumah-rumah mereka dengan Al-Quran.

Ditengah tayangan televisi yang tidak mendidik dan tayangan yang memuat konten-konten yang jauh dari norma-norma agama, program hafidz cilik menjadi oase yang menyejukkan bagi masyarakat, dan saya yakin sedikit banyak program ini akan berpengaruh pada masayarakat, menggiring masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan Al-Quran bagi anak-anaknya.

Saya menyadari, stasiun TV dalam setiap programnya orientasinya selalu komersial (comercial oriented), dan mereka hanya akan menayangkan program yang memiliki nilai keuntungan komersil. Artinya para hafidz cilik dijadikan pasaran komersil bagi stasiun TV. Tapi saya mengambil hikmah dibalik ini, ini berarti masyarakat indonesia sudah punya perhatian yang sangat besar Al-Quran dan para penghafal Al-Quran, sehingga siaran ini begitu diminati oleh masyarakat indoneisa.


Saya yakin, ini pertanda bahwa negeri ini akan menjadi negeri para hafidz, dan salah satu pertandanya semakin diminati program-program Al-Quran. Saya juga melihat fenomena ma’had-ma’had Al-Quran tumbuh dan berkembang di negeri ini, bahkan di tempat saya satu kelurahan ada tiga ma’had Al-Quran. Para peminat ma’had Al-Quran juga semakin waktu semakin banyak, dan ma’had-ma’had Al-Quran juga semakin banyak menyediakan beasiswa 100% kepada para santrinya. Insya Allah dalam bebarapa tahun kdepan, negeri ini akan menjadi negeri para hafidz, karenanya negeri ini akan menjadi negeri yang diberkahi oleh Allah SWT. 

0 komentar:

Posting Komentar