Pages

Jumat, 26 Juli 2013

IMAN, NIKMAT TERBESAR DARI ALLAH



Nikmat iman merupakan nikmat terbesar bagi seorang muslim, melebihi kenikmatan lainnya dalam bentuk apapun. Dengan iman seseorang memiliki tuntunan dan tujuan hidup yang jelas.

Besar atau berharganya suatu nikmat bisa diukur dari konsekuensi jika suatu nikmat tersebut hilang atau tidak ada, jika nikmat sehat hilang, maka seseorang akan sakit. jika nikmat harta dan kekayaan hilang, maka akan miskin. Dan jika nikmat iman hilang atau tidak ada pada diri seseorang, maka seseorang tersebut akan menjadi kafir dan konsekuensinya adalah “Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahanam; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6)”. Lalu apakah ada kerugian yang lebih rugi daripada kondisi ini? Kekal selama-lamanya didalam neraka!

Jika seseorang menilai sesuatu itu berharga, maka ia pasti akan memberi perhatian  dan perawatan yang lebih kepada sesuatu tersebut. Jika orang tua menganggap anaknya berharga dan penting, orang tua pasti merawatnya dengan baik. Jika seseorang menilai mobil yang dimilikinya berharga, pasti akan akan merawat dan memberi perhatian lebih pada mobilnya. Maka setelah kita tahu bahwa iman merupakan sesuatu yang penting dan berharga, maka seseorang wajib meberi perhatian dan perawatan lebih kepada iman ini, selalu menjaga hal-hal yang mengurangi iman dan memacu agar iman ini selalu naik. Dan yang sangat penting ialah merawat supaya iman tidak hilang dalam dirinya, seseorang akan menjadikan masalah iman ini sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

Menyedihkan melihat kondisi masyarakat dewasa ini, biasanya urusan iman dan agama menjadi prioritas kesekian setelah urusan keduniaan lainnya, baru memperhatikan urusan iman dan agama setelah urusan perkerjaan dan agenda-agena keduniaanya selesai dikerjakan.


*Catatan: tulsian ini merupakan ringkasan dari tausyiah ramadhan sebelum tarawih yang disampaikan oleh Ustadz Arham Lc., MH., Al-Hafidz di masjid Al-Hidayah, Condet, Jakarta Timur. Tanggal 26 Juli 2013 M/ 18 Ramadhan 1434, dengan perubahan bahasa oleh penulis.



Ahmad Sholahudin, 27 Juli 2013, pukul 11:37 WIB. Jakarta. 

0 komentar:

Posting Komentar