Pages

Senin, 05 November 2012

UJIAN DIJALAN DAKWAH



UJIAN DIJALAN DAKWAH

Sudah lama rasanya saya tidak membuat sebuah tulisan, akhirnya muncul sebuah keinginan menulis tulisan ini setelah sebelumnya merenungi sebuah kondisi pada hari ini maupun kondisi sebelumnya.

Pada tulisan ini, saya mengajak kita semua – terutama diri saya sendiri – untuk merenungi sebuah ayat Al-Quran yang sangat familiar bagi kita, coba kita betul-betul renungi dan kita ulang-ulang membaca ayat ini.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
(QS. Ali-Imron: 142)

Allah Swt dalam setiap kesempatan akan selalu menguji kita sehingga
terbuktilah siapa yang bersungguh-sungguh dan siapa yang hanya ikut-ikutan saja, siapa yang sabar dalam menghadapi ujian tersebut dan siapa yang terpental dan mundur kebelakang. Ujian yang diberikan oleh Allah bukan hanya berupa kesusahan, tapi juga berupa kesenangan, bahkan ujian kesenangan terkadang jauh lebih sulit untuk dilewati dibandingkkan ujian berupa kesusahan. Allah Swt dalam QS. Al-Mulk:2  menjelaskan bahwa seluruh hidup kita merupakan rentetan ujian dari Allah Swt, dan itu semua merupakan cara Allah untuk mengetahui siapa yang lebih baik amalannya.

Dalam konteks dakwah, maka para pelakunya juga akan senantiasa mendapat ujian. Aktivis dakwah akan diuji untuk mengetahui siapa yang sungguh-sungguh berjihad dijalan dakwah, siapa yang sabar dalam menghadapi ujian tersebut sehingga lolos dan terus menyandang gelar aktivis dakwah, dan siapa yang dinilai lebih baik amalannya oleh Allah Swt.

Secara sederhana, saya mencontohkan ujian bagi aktivis dakwah kampus dalam beberapa fase, ada yang lolos melewatinya namunya banyak juga yang gagal. Ada fase ketika berada di semester 1 s/d semester 6, ujian difase ini adalah padatnya mata kuliah. Ada yang mampu melewati ini, namun ada juga beberapa yang gagal, dengan alasan banyaknya mata kuliah dan tugas, kemudian tidak produktif dan jarang menghadiri agenda-agenda dakwah.

Ujian selanjutnya yaitu pada fase ketika disibukkan dengan agenda KUKERTA. Ikhwah, banyak aktivis dakwah yang sebelumnya begitu militan, memiliki ruhiyah yang bagus, sangat produktif, tetapi ketika KUKERTA militansi dan produktifitasnya berkurang, bahkan tidak jarang yang mengalami futur ketika KUKERTA ini. Ia gagal melewati ujian pada fase ini.

Ujian berikutnya yang sangat menguras energi dan konsentrasi aktivis dakwah adalah masa-masa SKRIPSI, skripsi ujian yang cukup berat bagi sebagian ikhwah. Kita melihat sebuah kondisi ikhwah yang luar biasa namun menjadi biasa-biasa saja karena tenggelam dalam kesibukkan skripsi. ikwhah yang dahulunya selalu bersemangat dalam agenda dakwah, namun semangatnya tidak kelihatan lagi karena semangatnya habis terkuras dalam aktivitas skripisi. Afwan lagi Bimbingan, penelitian, nunggu dosen, pengetikan, dan lain sebagainya selalu hadir sebagai alasan ketika ada undangan agenda dakwah. Ikhwah, dalam konteks ini bukan bermaksud menyalahkan orang yang begitu semangat dan serius dalam mengerjakan skripsi, namun ketika tidak terlalu memperdulikan dakwah, inilah yang kurang baik. Kita harus semangat, kita harus serius dalam skripsi, namun kita juga bisa menyisihkan waktu buat dakwah ini, insya Allah dakwah tidak meminta waktu kita 24 jam, begitu juga dengan skripsi.

PASCA KAMPUS juga menjadi sebuah ujian bagi aktivis dakwah, karena banyak aktivis yang ketika dikampus dikenal sebagai aktivis dakwah yang sangat militan, tarbiyahnya lancar, namun semua itu berkurang, bahkan ada yang menghilang ketika keluar dari kampus.

PERKERJAAN dan/atau MENIKAH juga menjadi ujian, memang harus diakui ketika sudah memiliki perkerjaan dan/atau ketika sudah menikah kita tidak mungkin bisa sama lagi dalam menjalani aktivitas dakwah dengan kondisi seperti sebelumnya, karena kondisinya sudah berbeda. Tapi menghilang dan menjauh dari peredaran dakwah, futur, putus tarbiyah, dan tidak memiliki semangat dakwah yang sama lagi  seperti sebelumnya, ini yang tidak boleh terjadi. Jangan sampai ujian ini membuat kita tidak semangat lagi dalam berdakwah, apalagi sampai menghilang dari dakwah. Agenda dakwah tidak menjadi prioritas lagi, bahkan seolah-olah sudah mulai terlupakan. Militansinya kelihatan sangat berkurang, begitu juga dengan perhatiannya.

Ikhwah, itu semua hanya sebagian dari cobaan kita dijalan dakwah, ada banyak cobaan lainnya yang akan menimpa kita melihat dan menguji kesungguhan dan kesabaran kita dalam berdakwah. Dan dalam melewati ujian tersebut, banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya sedang diuji, banyak juga yang tidak sadar bahwa ia telah gagal melewati ujian tersebut.

Saya juga tidak tahu apakah akan mampu melewati semua ujian tersebut, sampai sebatas mana Allah mengistiqomahkan saya dijalan dakwah ini. Namun kita sama-sama berharap dan berdoa semoga Allah mengistiqomahkan kita sampai akhir hayat berada dijalan kebaikan ini.

Dalam kondisi apapun, mari kita terus pompa semangat kita dalam meniti jalan dakwah ini, jalan yang terjal dan penuh onak dan duri, jalan yang disana sini nya selalu ada ujian. Ujian berupa kesenangan terkadang lebih membuat kita tidak terasa, dan lebih sering membuat kita terjatuh.

Ikhwah, jangan sampai semakin tua umur kita dijalan dakwah, semakin lama kita tertarbiyah, namun itu semua membuat kita semakin tidak produktif  dan tidak bersemangat. Kita melihat, betapa adik-adik kita begitu bersemangatnya, sama dengan kita dahulu. Pergi kekampus dari pagi dan pulang menjelang maghrib ketika kampus sudah mulai sepi.Tiada arti tanggal merah atau hari ahad, karena hari itu juga digunakan untuk agenda dakwah. Subhanallah, terharu rasanya melihat semangat yang begitu membara, semangat yang bisa jadi sudah mulai memudar pada kita. terkadang melupakan waktu untuk keluarga, bahkan melupakan waktu untuk diri sendiri. Lalu apakah semangat itu masih ada pada kita? atau apakah semangat itu akan  muncul kembali kepada kita? Wallahu a’lam, hanya Allah dan kita sendiri yang tahu.

Semoga bermanfaat bagi saya dan bagi kita semua, maaf atas kurang berkenan, khilaf maupun salah nya. Semoga Allah memberikan keistiqomahan dan ampunanan kepada saya dan kita semua. Wallahu a’lamu bish-showab.


*Ahmad Sholahudin, Sekre Rohis Ar-Rahman Universitas Jambi. Selasa, 12 juni 2012, pukul 10:30 s/d 12:00. 

0 komentar:

Posting Komentar