Pages

Rabu, 11 Mei 2011

KIB II DAN KOMITMEN SBY

Masih ingat tentunya oleh kita semua janji SBY setelah beberapa saat terpilih menjadi presiden untuk yang kedua kalinya yang ingin membentuk kabinet profesional untuk masa kepemimpinannya yang kedua. Keinginannya ini mendapat dukungan dari profesionalis, pengamat/pakar, dan tentunya rakyat Indonesia. Walaupun menjadi kecemasan bagi politisi parpol.



Sungguh kenyataan yang sangat berbeda ketika kita Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (KIB II) diumumkan oleh presiden, kabinet professional yang salama ini diisukan SBY hanya sebuayh isu, mimpi atau khayalan belaka. Para menteri yang mengisi KIB II mayoritas masih diisi para politisi dan orang-orang dekat SBY, bahkan juga masih didomonasi wajah-wajah lama yang ternyata pada masa kepemimpinannya masih patut dipertanyakan keberhasilannya.

Dan yang sungguh ironis adalah kenyataan bahwa masih banyak para menteri yang duduk dikursi menteri yang tidak sesuai dengan keahlian dasar yang dimilikinya. Menteri Koordinator (menko) Perekonomian minsalnya yang ternyata diisi oleh orang yang berlatar belakang tekhnik (yang sebelumnya beliau menjabat menteri perhubungan dan menteri sekretaris Negara). Padahal perekonomian adalah factor yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Ekonomi bangsa ini belum stabil dan perlu ada dobrakan baru, keputusan SBY dalam mengangakat menko perekonomian yang sekarang sangat perlu dipertanyakan dan dipersoalkan. Apakah bangasa ini sudah kehabisan stock pakar ekonomi? Atau apakah para sarjana ekonomi kitya sudah tidak ada lagi? Padahal kita tau bangsa ini masih memliki cukup banyak para pakar ekonomi dan memiliki ribuan para sarjana ekonomi.

Menteri perhubungan (menhub) juga perlu mendapat perhatian, menhub ternyata juga diisi oleh orang yang sebelumnya belum berpengalaman dalam masalah perhubungan yang notabene seharusnya diisi oleh orang-orang yang berlatar belakang tgekhnik perhubungan. Angka kecelakaan transfortasi bangsa ini masih sangat tinggi, dan untnuk mengatasi ini harus ditangani pleh orang yang punya punya pengetahunan dan keahlian khusus dibidang perhubungan.

Belum lagi menteri keuangan yang masih perlu dipertanyakan kredebilitasnya, terutama terkait masalah bank century yang terindikasi punya keterlibatan dalam masalah ini. Dan juga menjadi sorotan kita semua adalah menteri kesehatan (menkes) yang katanaya sangat dekat dengan Negara adi kuasa amerika serikat, bahkan diduga pernah menjual virus keluar negeri. Bahkan dalam menyikapi masalah NAMRU (lembaga amerika yang ada diindonesia yang dicurigai menjadi kaki tangan intgeligen amerika untuk Indonesia, lembaga ini bertopeng sebagai peneliti penyakit menular), beliau menyatakan akan melanjutkan kerja sama Indonesia – Amerika seperti para pendahulunya (maksudnya bukan siti fadhilah sufari).

Masih banyak komposisi KIB II yang menjadi sorotan dan patut dipertanyakan. Melihat dari komposisi KIB II, ada pesimisme kalau Indonesia akan bangkit signifikan dalam 5 tahun kedepan, komiymen SBY dalam memajukan bangsa inipun dipertanyakan.
Semoga saja perjalanan bangsa ini 5 ketahun kedepan tetap bergearak kearah yang positif , kita sebagai rakyat Indonesialah (terlebih lagi mahasiswa) yang menjadi pengawas/alat control bagi pemerintahan, karena jika melihat koaliasi besar yang dibangun SBY di DPR, lembaga controlling (DPR) akan menjadi tumpul dalam pengawasannya.

“BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA

0 komentar:

Posting Komentar