Pages

Selasa, 10 Mei 2011

IKLAN-IKLAN DISKRIMINATIF DAN MENGKOMERSIALISASI PEREMPUAN.


Kalau kulit tidak putih maka tidak keren, tidak cantik, dan tidak modern. Kalau berjerawat  berarti tidak cantik/tampan dan tidak akan ada yang suka. Kalau tidak langsing (gemuk) maka tidak sesuai dengan tuntutan zaman dan itu adalah bentuk tubuh yang  tidak ideal. Rambut yang keriting, tidak lurus dan tidak hitam adalah rambut yang tidak bagus. Kalau tidak minum susu maka tidak sehat, kalau tidak punya motor dan mobil maka ketinggalan zaman dan tidak mengikuti mode. Kalau tidak merokok maka tidak jantan dan gaul.

Itulah sebenarnya pesan yang disampaikan dalam iklan-iklan yang muncul dimedia-media, terutama media elektronik (televisi). Ketika saya sedang nonton telivisi disebuah warung gorengan dan melihat iklan-iklan yang ditayangkan, maka terlintas dipikiran saya bahwa televisi (iklan-iklan) itu diskriminatif, melanggar HAM dan melakukan penghasutan.

Sahabat semua, memang dalam iklan-iklan yang ditayangkan walau tudak mengatakan secara langsung bahwa semua orang harus putih, kalau tidak putih maka tidak cantik dan tidak akan ada laki-laki yang suka, namun sebenarnya itulah salah satu pesan yang tersampaikan kepada para penikmat iklannya. Dan tanpa kita sadari alam bawah sadar kita mencerna pesan tersebut, kemudian masuk kedalam otak kita sehingga membentuk paradigma berpikir masyarakat saat ini bahwa kaum hawa saat ini harus putih kalau ingin dikatakan cantik. Lalu pertanyaannya bagaimana orang yang dari awalnya tidak diciptakan/dianugrahi kulit putih? Maka ini tentu sebuah bentuk diskriminasi.

Saya menilai bahwa kebanyakan iklan saat ini diskriminatif, melanggar HAM, dan melakukan sebuah penghasutan. kita saat melihat bagaimana orang-orang berlomba-lomba untuk untuk menjadi dengan berbagai cara. Orang-orang tidak PeDe wajah berjerawat, walaupun jerawatnya hanya satu. Dimana orang-orang yang memiliki rambut yang tidak lurus (seperti yang ditampilkann iklan) rame-rame melakukan rebonding dan mencat hitam rambutnya. Sungguh iklan yang diskriminatif.

Iklan yang ada saat ini membuat orang-orang terkadang lupa dengan fitrahnya, bahkan ada yang banyak mencoba melawan fitrah yang telah ditetapkan Allah Swt, bahkan bisa-bisa ada yang beranggapan bahwa ciptaan Allah tidak/belum sempurna. Ada banyak dampak negatif yang ditimbullkan oleh tayangan-tayangan iklan saat ini.


Sahabat semua..........

Kita juga bisa melihat dengan seksama, bahwa tanpa disadari tayangan-tayangan iklan sebenarnya mengkomersialisasi para perempuan/kaum hawa. Kita melihat hampir semua iklan yang menampilkan perempuan, bahkan walau iklan salap, minya angin, minuman susu, alat-alat elektronik, dll. Walau sebenarnya kalau kita mau berpikir apa sih hubungan antara produk yang diiklankan dan pemeran iklannya. Tentunya perempuan yang ditampilkan kebanyakan perempuan yang mampu mengikat mata jalang para lelaki dengan pakaian tiidak sempurnanya/tidak lengkapnya.

Sebenarnya yang menjadi nilai jual dari tayangan iklan tersebut produk yang ditawarkan atau perempuan yang menawarkan produk tersebut??? Tapi sayang kita tidak menyadari bahwa kaum perempuan kita sedang dikomersialisasi, komersialisasi terhadap perempuan berarti merendahkan derajat kaum perempuan.

Sungguh sangat mulia agama islam, islam menilai seseorang bukan dari kecantikannya, bukan dari bentuk tubuhnya, bukan dari penampilannya, atau penilaian yang bersifat materi lainnya. Namun islam  menilai seseorang dari hati dan amal perbuatannya, hal ini seperti yang disabdakan Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam muslim. Islam pun menempat orang yang paling mulia itu dari sisi ketawaqwaannya kepada Allah. Kondisi sangat berbeda dengan realitas zaman sekarang yang serba materialistik.

Pakaian islam yang dikenakkan oleh kaum perempuan tentu menjadi sebuah gambaran bahwa kecantikan dan bentuk fisik tidak menjadi ukuran utama, keindahan bentuk fisik dan kecantikan mereka terlindung dalam pakaian mulia, sehingga perempuan-perempuan islam kelihatan sama semua dan semua keliahatan anggun dengan pakaian muslimahnya. Sungguh saya merindukan suatu zaman dimana seluruh kaum hawa tidak ada yang menampakkan auratnya kepada yang bukan berhak, karena aurat adalah sesuau yang malu jika diumbar-umbar.

Islam juga menempatkan kaum perempuan ditempat yang istimewa sesuai dengan fitrah kaum peremuan itu sendiri. Islam memang tidak mengenal istilah persamaan hak seperti yang disuarakan oleh kaum feminis maupun liberal, namun kita menyadadari hakikat kita masing-masing. Islam sangat memuliakan perempuan, namun orang-orang tidak menyadarinya sehingga banyak yang keluar dari aturan islam. Mereka yang sebenarnya mulia, malah mencari kehinaan diluar islam. Mereka menghinakan diri sendiri.

Yakinlah ketenangan akan didapatkan didalam islam, bukan dengan yang lain.


*Ahmad Sholahudin, 15 Desember 2010.

2 komentar:

  1. para wanita yang tidak mengenakan hijab sebenarnya merekalah yang kuno, karena perintah jilbab datang ketika masa itu wanita tidak berhijab dan banyak sekali keburukan yang harus diterima oleh kaum wanita. maka siapakah yang modern dan maju?

    BalasHapus