Pages

Rabu, 11 Mei 2011

HIV/AIDS, PENYAKIT ATAU KUTUKAN?

Tgl 1 dsember adl hari HIV/AIDS internasional, brbgai kgiatan diadakan pd tgl ini sbg btk solidaritas trhdap pengidap virus dan pnyakit berbahaya ini. berbagai isu dikembangkan, baik isu yg berkaitan dg solidaritas, penanggulangan, pencegahan, maupun pemberantasan HIV/AIDS.


walau HIV/AIDS mnjadi pusat perhatian dunia internasional, namun sangat miris ktk mlihat prkembangan HIV/AIDS yg mengalami peningkatan yang sangat mengkhawatirkan stiap tahunnya. mulai dr aktivis HIV/AIDS, aktivis HAM, LSM yg bergeraka khusus dibidang HIV, pemerintah, maupun PBB telah meluncurkan adn mensosialisasikan metode penanggulangan dan pemberantasan HIV/AIDS, namun nampaknya usaha dan metode tersebut tidak terlalu berdampoak signifikan. ini tentunya menjadi pertanyaan besar ada apa dan kenapa itu bisa terjadi.



pd tgl 31 des 2008 jumlah kasus HIV/AIDS yg terdata oleh Ditjen PPM dan PL Depkes RI adl sbnyak 16110 kasus. kemudian pd tgl 1 januari sampai 30 september 2009 dilaporkan terdapat 2332 kasus yg terdata. angka2 ini tentunya angka yg sangat mengejutkan. perkembangan HIV diindonesia ternyata menunjukkan kearah yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. dan ternyata 75% HIV/AIDS disebabkan/ditularkan melalui hubungan seksual.


selama ini. dlm metode dan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (baik oleh pemerintah maupun LSM2) adl dg mensosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi (maaf, kondom) dlm berhubungan seks dan menghindari penggunaan jarum suntik yg tlh dipakai. ini tentunya tdk menyentuh akar permasalahn yg sebenarnya, knapa pemerintah, LSM-LSM, atau pihak2 lainnya dlm mensosialisasikan metode pencegahan HIV tdk melarang hubungan seks itu sendiri.



artinya disisni bahwa secara tdk langsung membolehkan hubungan seks tanpa status dan berganti-ganti pasangan asal menggunakan alat kontrasepsi, sosialisasi dg metode tsb juga mmberi sinyal silahkan pakai itu obat2an asal jarum suntiknya dijamin aman. dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS perlu langkah konkrit dr pihak pemerintah, bagaimna mungkin HIV/AIDS bisa berkurang ketika tempat2 prostitusi masih merebak ditengah masyarakat, hubungan seks diluar menikah serta gonta ganti pasangan dan penggunaan obat2 terlarang melalui njarum suntikl tdk secara tegas dilarang dan dihentikan.



dalam kasus ini mungkin kita harus mengakui keunggulan dari hukum islam, dimana terdapat larangan tegas dalam masalah hubungan seks diluar ikatan pernikahan (yg disebut dg zina), bahkan pelakunya diancam dg hukuman yang sangat keras, baik ancaman dunia palagi ancaman akhirat. bahkan jgnknan utk berzina, mendekati hal2 yg bisa membawa kearah zina saja dilarang. inilah yg menyebabkan kenapa dinegara yang menerapkan syariat islam (bukan negara islam) sangat jarang ditemukan kasus HIV/AIDS. hukuman islam bukan hanya terletak pada sanksinya, tapi terletak pada pencegahan dan efek jeranya.



adanya aksi dan isu solidaritas besara2an yg dilakukan oleh beberapa pihak tentunya tidak relevan dan tidak logis, walau mendiskriminasinya juga bukan tindakan bagus. 99% HIV/AIDS terjadi dan tertular akibat perbuatan amoral dr pengidap penyakit HIV itu sendiri, kalaupun ada yg tertular karena keturunan dan akibat kelalaian dokter dalam menggunakan jarum suntik persentasenya sangat sedikit. dalam setiap tindakan sosial maka tentu akan ada sanksi dan penghargaan sosial, begitu juga dg pengidap HIV/AIDS, tentu menjadi hal yg logis ktk ditengah lingkungan masyarakat ada sanksi sosial akibat logis dr perbuatan (perbuatan amoral) yg dilakukannya.


saat iin kita menunggu kebijakan menkes yg barun apakah ada langkah baru dan tindakanyg berbeda dalam pencegahan dan penanggulangan virus dan penyakit berbhaya ini. tindakan bukan hanya sekedar pada usaha penemuan obat HIV/AIDS, tapi harus ada langkah tegas dalam pencegahannya. pencegahan yg bisa langsung keakarnya. disinalah mungkin kita bisa belajar pada islam, dimana setiap perintah dan larangan langsung kearah tujuan dan akar permasalahannya. dimana ada sumber masalah, maka disanalah solusi masalahnya.



HIV/AIDS yg konon sampai pada saat ini belum ditemukan obatnya, dan kabarnya pengidap penyakit ini hanya menunggu waktu utk menjemput mautnyan dan pengidap penyakit i9ni akan mengalami daya tahan tubuh yg sangat lemah serta memiliki fisik yang sangat menyedihkan. dan tidak jarang mereak harus dikucilkan dari lingkungan masyarakat.
Apakah HIV/AIDS sebuah VIRUS/PENYAKIT atau sebuah KUTUKAN?

0 komentar:

Posting Komentar