Pages

Rabu, 07 Mei 2014

DIALOG USTADZ VS SANTRI

Dialog Ustadz dan Santri.

di sebuah pondok pesantren Al-Quran, seorang ust memberi taujih santri-santrinya:

Ustadz: saat membaca Al-Quran, kita harus merasakan ayat yang kita baca seolah-olah turun untuk kita. saat membaca ayat perintah, maka kita harus segera mengamalkan ayat tersebut, jangan ditunda2.
saat membaca ayat ttg sabar, maka lansung amalkan. saat membaca ayat ttg sedekah, maka lnsung amalkan.

(tiba-tiba seorang santri memotong taujih sang ust, dan membaca potongan sebuah ayat)

santri:
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur:31)

(santri yg lainpun tertawa)

ustadz: jangan di potong, membacanya harus lengkap dg ayat selanjutnya.
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهٌِ
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. ... (An-Nur: 32)

santri: afwan ust, kita harus segera mengamalkan ayat Al-Qur'an. jadi belum sempat baca ayat selanjutnya ustadz, karena harus segera mengamal ayat yg dibaca.

(ustadzpun terdiam, santri tertawa menang). he he :) :d

#Humor.


Minggu, 04 Mei 2014

RAHASIA KEBAHAGIAN RUMAH TANGGA

Rahasia Kebahagian Sebuah Keluarga.

ini bukan tulisan yang lahir dari sebuah pengalaman, juga bukan di dapat dari guru atau kajian literatur, tapi ini tulisan yg lahir dari sebuah pengamatan (semata).

infotainment memberitakan begitu banyak keluarga yang berantakan yang berakhir perceraian, tapi saya menyaksikan begitu banyak keluarga yang terlihat begitu bahagia dengan rumah tangganya.

lalu apa sih rahasia kebahagiaan dalam rumah tangga?

Apakah Rahasia kebahagiaan itu adalah rasa cinta??
percayalah, hampir semua pernikahan yang berakhir dengan perceraian, diawal pernikahan mereka di awali dengan rasa cinta.
banyak yang pacaran bertahun-tahun, tapi pernikahan mereka kandas tidak berapa lama setelah menikah.
banyak yg sebelum menikah memuja-memuji pasangannya dan memamerkan kemesaraan mereka, mereka menunjukkan rasa cinta diantara mereka, tapi tak lama setelah menikah terdengar kabar perceraian mereka.

namun ada juga yg menikah karena dijodohkan, tak ada rasa (cinta) diantara mereka sebelumnya, tapi keluarga mereka langgeng dan bahagia.
ada yg menikah, padahal sebelumnya mereka tak pernah saling mengenal, dan alhamdulillah keluarga mereka dipenuhi kebahagiaan.
lalu apakah rahasia kebahagian keluarga itu harus di awali oleh rasa cinta???? :)
sepertinya tidak.

Istri yang cantik??
saya juga menemukan pasangan yg menurut penilaian saya istrinya biasa-biasa saja, walaupun tidak jelek, tapi sulit dinilai cantik :), tapi terlihat keluarga mereka begitu bahagia, tidak ada perceraian.
dilain tempat, kurang cantik apa sih para artis itu? tapi kenapa mereka bercerai??
lalu apakah rahasia kebahagiaan keluarga itu karena kecantikan??

ada keluarga yang menurut saya hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan, tapi tak pernah terdengar ada masalah dalam keluarganya, tidak terlihat riak-riak konflik dalam keluarga tersebut, keluarganya bahagia.
tapi juga sering didengar keluarga yang hidup dalam kecukupan, bahkan berkelimpahan, namun selalu terdengar konflik dalam keluarga tersebut, cekcok menghiasi keluarga setiap waktu??
apakah kunci kebahagiaan keluarga itu kekayaan???

strata pendidikan apakah jadi kunci kebahagiaan keluarga??
betapa pasangan yg punya pendidikan tinggi, tapi endingnya juga cerai.
tapi orang-oran dulu hanya tamat SD atau SMP, bahkan ada yg tidak lulus SD, tapi keluarga mereka bertahan sampai memiliki puluhan cucu.
jangan lihat strata pendidikan pasanganmu, bukan itu kunci bahagia.

memiliki banyak anak rahasia kebahagiaan keluarga?
ada pasangan yg menikah puluhan tahun tapi belum diberi rezeki oleh Allah untuk punya anak, tapi toh keluarga mereka tetap bertahan, pasangan ini kelihatan mesra.
tapi banyak juga keluarga yg malah anaknya yg jadi sumber masalah, yg selalu bikin masalah.
walaupun mungkin setiap orang tua mendambakan memiliki anak, tapi ternyata itu bukan syarat mutlak menjadi keluarga bahagia.
kita lihat kasus-kasus perceraian, ternyata mereka pasangan subur yg memiliki anak.

pernikahan yang seusia, atau usia yang tidak terlalu jauh beda. apakah ini bisa jadi kunci kebahagiaan keluarga? biasanya dibanyak pikiran kita, perempuan yg lebih tua dari laki-laki merupakan pasangan yg kurang ideal. tapi saya menemukan pasangan yg usia istrinya jauh diatas suaminya, tapi kelihatannya mereka bahagia2 saja, bahkan pasangan ibunda khodijah dan baginda Rasul adalah contoh pasangan yg tetap bahagia walau usia yg terpaut cukup jauh. kecintaan Rasulullah kepada ibunda khadijah tak perlu diragukan lagi.

lalu apakah rahasia kebahagiaan keluarga itu??
Wallahu A'lam, tapi yg jelas cinta, pangkat, kekayaan, kecantikan, anak, dan pendidikan bukan menjadi kunci kebahagian, walaupun mungkin itu semua bisa menjadi pendukung kebahagiaan sebuah keluarga.

mungkin hanya orang-orang yang mendapatkah hikmah yang mampu menangkap rahasia kebahagiaan sebuah keluarga, yang mampu melihat bukan (hanya) dengan penilaian zohir dan duniawi.
ini seperti Nabi Ibrahim as yang di beri hikmah oleh Allah Swt sehingga mengetahui siapa Tuhan sebenarnya.

saat masyarakat semuanya menyembah berhala, bahkan bapaknya sendiri juga penyembah berhala (QS. 6:74), maka Nabi sudah melihat kalau ini salah.
lalu Nabi Ibrahim mencari hakikat Tuhan sebenarnya, dan saat melihat bintang Nabi Ibrahim berkata, inilah Tuhan itu, tapi pikirannya lnsung berubah saat bintang lenyap (QS. 6:76).
lalu Nabi ibrahim melihat bulan dan mengatakan inilah Tuhan itu, tapi saat bulan lenyap maka Nabi ibrahimpun menyimpulkan kalau ini bukan tuhan (QS. 6:77).
saat Nabi Ibrahim melihat matahari, Nabi Ibrahim mengatakan inilah tuhan itu karena yg ini lebih besar, dan akhirnya tetap berakhir kecewa saat matahari itu hilang seiring berganti malam (6:78).
dan akhirnya, Nabi Ibrahim menemukan bahwa Tuhan itu adalah Allah dan menyerahkan diri sepenuh kepada pencipta langit dan bumi.

begitulah mungkin hakikat kebahagiaan tersebut, hanya mampu dilihat melalui hikmah dan ilmu.
dan semoga kita orang yang diberi hikmah dan ilmu untuk mencapai keluarga yg bahagia tersebut.

*Ahmad Sholahudin, 29 April 2014.

Jumat, 02 Mei 2014

ISI PIDATO SULTHAN BRUNEI PADA PERESMIA QANUN/HUKUM ISLAM


pagi ini saya melihat video pidato resmi dari sulthan Brunei. Sulthan Hassanal Bolkiah Hafidzahullah, sangat menarik isi pidato beliau.

saya melihat, tidak akan keluar isi pidato seperti itu kecuali dari mulut orang yang punya ketaqwaan dan keimanan yang tinggi kepada Allah.
semoga Allah menjaga beliau dan memberi rahmat kepada beliau.

berikut beberapa kutipan yang sangat menarik dari pidato sulthan brunei:

"Tujuan kita adalah mencari Ridha Allah, bukan melihat kekiri dan kekanan.
kita tidak peduli dengan pendapat orang lain, kita tidak berharap mereka setuju dengan apa yang kita lakukan, tapi alangkah baiknya mereka menghormati kita.
kita tidak boleh berpegang pada teori, dibandingkan dengan yang kita pilih saat ini yang merupakan tuntunan Allah.
sesungguhnya tuntunan Allah itu bukan teori, tetapi merupakan kewajiban yang tidak ada keraguan padaNya.
kalau teori mengatakan UU/hukum Allah itu kejam dan tidak adil, tapi Allah sendiri telah menegaskan UU/hukum tersebut adil.
maka dimanakah harga/posisi teori itu berhadapan dengan wahyu Allah?
penegakan Qanun/hukum Allah bukan atas dasar suka-suka, tapi atas dasar mematuhi hukum Allah yang termaktub didalam Al-Qur'an dan Hadist"

*3 Mei 2014

Minggu, 27 April 2014

ISTRIKU, KITA AKAN BERJUANG BERSAMA DIJALAN DAKWAH.

Istriku, Kita Akan Berjuang Bersama Dijalan Dakwah.

saat menghadiri walimah bersama kader PKS (baca: kader dakwah), saya melihat sepasang suami istri yg juga merupakan kader PKS, saya sedikit heran karena dalam kegiatan-kegiatan DPRa PKS di tempat saya, saya tidak pernah melihat sang suami, sedangkan istrinya kader yg super militan yg selalu hadir dlm kegiatan-kegiatan dakwah.

saya bertanya kesalah seorang ikhwah disamping saya, beliau menjelaskan kalau suaminya memang tidak aktif di PKS, bahkan beliau tidak tahu apakah sang suami aktif tarbiyah atau tidak.
saya juga baru mengetahui dari ikhwah tersebut, banyak kader di sini yg istrinya sangat militan, tapi suaminya tidak pernah (atau mungkin sangat jarang) ikut agenda-agenda dakwah, ada juga yg hanya sebatas simpatisan.

akhirnya saya berkata didalam hati, saya ingin istri saya adalah pasangan yang sama-sama aktif berjuang dalam barisan dakwah ini.

saya ingin mengatakan kepada istri saya;

istriku, saya ingin kita membangun keluarga dibawah ketaatan kepada Allah, kita menjadikan Allah diatas segala-galanya.

istriku, saya ingin kita membangun keluarga yg Qur'ani, setiap saaat rumah kita dilantuni ayat suci, diantara kita saling mengingatkan utk selalu dekat dg Qur,an, kita bangun keluarga kita dg visi Qur'ani, kita didik anak-anak kita sejak belia dg Al-Qur'an. kita jadikan anak-anak kita menjadi hafidz/ah sejak usia dini.

wahai istriku, saya ingin kita menjadi keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan, yang dari keluarga ini lahir beribu kebaikan, dan itu dirasakan oleh kita, keluarga2 kita, lingkungan kita, bangsa, dan terlebih agama kita.

istriku, saya ingin kita bertemua dijalan dakwah, dan keluarga kita di bangun atas visi dakwah. kita akan berjuang bersama dijalan dakwah ini, kita akan saling menguat jika salah satu diantara kita mulai lemah. kita akan terjuan bersama dalam kegiatan-kegiatan dakwah (tanpa melupakan keluarga/anak). dijalan dakwah kita bertemu, dan kitapun akan berkorban untuk dakwah.

istriku, semoga Allah beri keberkahan kepada keluarga kita, sehingga sakinah, mawaddah, dan warahmah menyelimuti keluarga kita.

istriku, saya ingin seperti, dan semoga Allah mengabulkannya.
.....

ehh tunggu dulu, ternyata saya belum punya istri, :d.
kalau begitu saya ingin mengatakan kepada calon istri, saya ingin seperti itu.

eh, baru nyadar lagi kalau saya belum punya calon, :).
kalau begitu saya katakan, wahai tulang rusuk-ku yg telah dipersiapkan Allah untukku, dimanapun saat ini kamu berada, saya ingin mengatakan, Semoga Allah takdirkan menjadi pasangan yg sama-sama berjuang dijalan Allah. :)

*27 April 2014, ditulis setelang pulang dari kondangan walimahan.


Sabtu, 26 April 2014

APAPUN YANG TERJADI TERUSLAH MELAYANI

Apapun Yang Terjadi Teruslah Melayani.

masih ingatkah kita dg cerita haditsul ifki (berita bohong).
saya tidak ingin bercerita ttg peristiwa tsb, tapi saya ingin menulis sebuah pelajaran dari kejadian pada peristiwa tsb.

salah satu yg berperan dalam menyebarkan haditsul ifki (berita bohong) adl Barirah, pembantunya abu bakar r.a., yang dalam kehidupannya selalu dibantu oleh bakar.

saat abu bakar r.a. mengetahui bahwa khodimat/pembantunya adl orang yg berperan dlm menyebarkan berita bohong, abu bakar marah besar dan menghentikan bantuannya kepada pembantunya tsb.

mendengar berita tsb, Rasulullah pun lansung menegur sabat mulia abu bakar ra, Rasulullah memerintah kpd sahabat Abu Bakar ra utk tetap memberi bantuan kpd pembantunya tsb.

ikhwah, apa yg dilakukan sahabat Abu Bakar ra sangat manusiawi, orang yg selama ini hidup dg kita, orang selama ini selalu kita bantu, dan orang yg selama ini kita perhatikan: namun orang tersebut tidak membantu kita saat dibutuhkan, bahkan menikam kita.

tapi Rasulullah mengatakan hal itu tidak benar, teruslah memberi bantuan, teruslah memberi pelayanan, dan teruslah memberikan yg terbaik.

inilah konsep AYTKTM yg d ajarkan Rasulullah, kita membantu bukan karena kita mengharapkan timbal balik, kita melayani bukan karena kita ingin imbalan, tapi kita melayani karena itu perintah agama, kita melayani karena kita mengharapkan pahala dari Allah yg jauh lebih besar dari apapun.

Apapun Yang Terjadi, Teruslah Melayani.
#AYTKTM.

*Ahmad Sholahudin, 27 April 2014.


Jumat, 25 April 2014

Psikologi Iblis Sebagai Pencetus Pertama Pemikiran Liberal

Iblis nama makhluk yang sangat taat kepada Allah, hari-harinya dihabiskan hanya untuk beribadah kepada Allah. Iblis sama seperti malaikat yang kerjanya hanya melakukan ketaan kepada Allah.

Namun semua itu berubah pada sebuah momen dan hal sederhana, iblis yang dikenal taat dan rajin beribadah kepada Allah pun menjadi makhluk yang dilaknat oleh Allah.

Bermula dari Allah menciptakan makhluk bernama Adam, lalu setelah itu Allah menyuruh semua penduduk surga pada saat itu untuk sujud kepada Adam, tak terkecuali iblis.
Semuanyapun mematuhi perintah Allah dan bersujud kepada Adam, namun tidak dengan iblis, ia menolak untuk bersujud kepada Adam. (QS. Al-A'raf:11).

Alasan iblis untuk tidak sujud kepada Adam sangat sederhana, iblis merasa lebih baik dari adam, ia tercipta dari api sedangkan adam dari tanah. (QS. Al-A'raf:12).

Sejak itu, karena penolakan iblis untuk sujud kepada Adam, iblis yang dulunya merupakan makhluk yg taat akhirnya menjadi makhluk yg paling durhaka, dilaknat Allah, dan terhina disisi Allah. (QS. Al-A'raaf:18).

Penolakan iblis untuk sujud kepada adam dilandasi pada perasaan bahwa ia tidak pantas dan tidak patut untuk sujud kepada adam. Ia yang jauh lebih tua (lebih dulu diciptakan) dari adam, sudah lama taat dan beribadah kepada Allah, terbuat dari yang lebih mulia dari adam (menurut prasangkanya), lalu tiba-tiba diperintahkan sujud kepada Adam yang jauh lebih muda dari dia (bahkan baru diciptakan), belum melakukan ketaatan dan ibadah sedikitpun kepada Allah, dan berasal dari sesuatu yg lebih rendah/hina darinya.

Secara psikologis dan logika iblis, apa yang dilakukannya bisa dipahami dan dimaklumi. Tentu sangat berat hormat (terlebih sujud) kepada orang dari semua aspek jauh lebih rendah dan kurang dari dia.

Kita ambil sebuah contoh sederhana, seorang pria yg berumur 50 tahun, berasal dari keluarga super kaya dan terpandang, memiliki jabatan penting di pemerintahan, telah melakukan banyak prestasi dan kontribusi buat bangsa, tiba-tiba diperintahkan oleh bapak presiden untuk hormat pada anak kelas 1 SD yang berasal dari keluarga miskin, belum memberikan kontribusi apa-apa pada bangsa. Kira-kira apa yang ada dipikiran bapak tersebut? Kemudian apa yang ada dipikiran kita?
Sangat sulit rasanya buat bapak tersebut melakukan perintah bapak presiden tersebut.

Namun inilah keimanan dan ketaatan, dia tak butuh logika, dia juga tidak memakai standarisasi akal dan pandangan orang banyak. Ketika ada perintah dari Allah, walaupun itu berbenturan dengan logika dan kondisi psikologis kita, maka ia wajib diikuti. Jika ada perintah Allah, walaupun menurut standar orang banyak itu tidak baik, maka ia tetap wajib untuk diikuti tanpa harus mengikuti pandangan/standarisasi orang banyak.

Dalam kasus iblis diatas, iblis menggunakan logika dan standar diluar standar dan logika keimanan kepada Allah, ia menggunakan standar dan logika sendiri, sehingga menyalahi perintah Allah. Inilah awal mula munculnya pemikiran liberal, pemikiran yang beranjak dari logika dan standar sendiri, bukan logika dan standar keimanan, bukan menggunakan standar syariat yang telah ditentukan Allah.

Maka sebagai seorang muslim, ketika ada syariat/perintah dari Allah, maka mutlak harus kita ikuti, walau terasa berat, logika kita belum mampu memahaminya, atau tidak sesuai dg standar masyarakat banyak. Jangan berpikiran liberal seperti iblis yang lebih mendulukan logika, dan meletakan standar diluar standar yang telah ditetapkan Allah.
Wallahu A'lam.


*Ahmad Sholahudin. Jakarta, 18 september 2013. Pukul 19:58.

HUKUMAN BAGI PELAKU HOMO SEKSUAL

Berdasarkan banyak dalil dan akibat negatif dari perbuatan homoseksual, maka hukuman dan solusi atas perbuatan homoseksual adalah memusnahkan mereka dan menyelamatkan dunia ini dari keburukan-keburakan mereka.

Ulama berbeda pendapat ttg hukuman bagi para homoseksual, ada 3 pendapat ulama ttg hukuman para homoseks:

Pendapat 1: Pelaku homoseks mutlak untuk dibunuh.

Dalil:
"barangsiapa yg menemukan (sebagian umatku) yg mempraktikkan perbuatan kaum luth (homosesk), maka bunuhlah sipelaku (subjek) dan objeknya. (Diriwayatkan oleh imam yg 5)".

Ali Ra meriwayatkan bahwa dia pernah merajam pelaku homoseks. (Riwayat baihaqi)

Syafi'I berkata: "berdasarkan dalil ini kami mengambil kesimpulan bahwa hukuman bagi pelaku homoseks adl dirajam, baik apabila ia muhsan maupun belum (masih bujang)."

Abu Bakar Ra pernah menulis surat kpd Khalid Bin Walid Ra untuk membakar pelaku homoseks. (Diriwayatkan oleh baihaqi).

Ada perbedaan pendapat cara membunuh pelaku homoseks:
1. Abu bakar dan Ali Ra: pelaku dibuh dg pedang, lalu dibakar.
2. Umar dan Ustman Ra: pelaku dilemparkan ketembok.
3. Ibnu Abbas ra: pelaku dilempar dr bangunan tertinggi yg ada dlm suatu kawasan.
4. Begawi mwnceritakan dari sya'bi, zuhri, malik, ahmad, dan ishak, bahwa pelaku homoseks dibunuh dg cara dirajam. Pendapat ini juga diceritakan oleh tirmidzi dari malik, syafii, ahmad, dan ishak.

Pendapat 2 : sama seperti hukuman penzina, yg belum menikah dicambuk, yang sudah dinikah dirajam.

Pendapat ini dipegang oleh; sa'I'd bin musayab, atha' bin abi rabah, hasan, qatadhah, Nakh'I, tsauri, auza'I, Abu thalib, Imam yahya, dan imam syafii.

Alasan/dalil kelompok ini.
1. Homoseks termasuk salah satu bentuk dr sekian banyak bentuk zina.
Rasulullah bersabda: "apabila seorg laki2 menyetubuhi laki2 lain, maka mereka berdua telah berzina. (HR Baihaqi, albani mendhaifkannya)".
2. dalil kedua adl dg cara menetapkan bahwa dalil2 yg menjelaskan hukuman bagi pelaku zina tidak mencakup hukuman bagi kedua pelaku homoseks, tapi kedua pelaku homoseks dikategorikan sbg pelaku zina dg cara qiyas.

Pendapat 3 : pelaku homoseks dikenai ta'zir.

Pendapat ini dipegang oleh:
Abu hanifah, al-mu'ayyid billah, murtadha, dan syafii.


Disarikan dari kitab fiqh sunnah, karya syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah.

*Ahmad Sholahudin, jakarta, 10 oktober 2013